Jumat, 23 Januari 2015

Membuat Cerpen



HALO......
cerpen ini adalah kisah nyata yang pernahku lalui. kalo lucu ya alhamdulillah kalo engak ya maaf namanya juga baru belajar. Ha....Ha....Ha 
Selamat Membaca

Insiden Kakek Tetangga

Silvia Okta N.S

Sebenarnya aku tak suka berada di tempat seperti ini,dengan bau obat-obatan yang menusuk hidungku,sehingga membuatku sulit bernafas. Sampai-sampai cara nafasku mirip ikan lohan yang sedang makan di air.
GOLLL…..
Ini Rumah Sakit atau acara nonton bareng piala dunia?”. Pikirku heran sambil garuk-garuk kepala yang belum keramas sejak kemaren. Aku tak tahu darimana datangnya gerombolan orang-orang aneh itu.
Nonton bola kok di Rumah Sakit?”. Mungkin mereka memanfaatkan fasilitas Rumah Sakit atau menjenguk sanak saudara sambil nonton bola. Itung-itung nonton bola di tv LCD 21in dengan gambar yang jernih dan gratis pula. Daripada nonton dirumah dengan fasilitas seadanya,tv cembung ukuran 12in dengan gambar ala kadarnya ditambah banyak semut hitam yang bergelombol di tv,kalo orang jawa nyebutnya BUREK.
 Mau minum mbah?”. Tanyaku sembari menawari kakekku yang terbaring sakit di ranjang.
Ya,nduk setengah gelas aja. Kutuangkan air mineral secara perlahan kedalam gelas,dengan gaya ala chef Farah Qween yang sering nongol di tv.
Uhuk-uhuk. Suara itu mencuri perhatianku. Seorang kakek yang mungkin umurnya sedah kepala-8,sedang berbaring sakit disamping ruang kakekku yang hanya dipisah dengan sebuah korden. Kuperhatikan kakek itu dengan seksama,dari ujung rambut yang bisa kuhitung dengan jari  sampai ujung kaki eksotisnya.
 Menurut analisaku Oh mungkin kakek ini sakit diabetes karena kakinya hitam sekalee. Jam menunjukkan pukul 11 malam. Rasanya mata ini seperti lampu 5 wath yang hampir mati,mendrip-mendrip.
 Uuuaaahhhh……
Ngantuk vi?,tidur aja gak papa. Tanya tanteku menawari untuk tidur terlebih dahulu. Akhirnya kami tidur seperti ikan asin yang sedang dijemur jejer-jejer. Disaat mata ini mulai terlelap dan hanya terdengar bunyi detik jam. Kubuka mataku secara perlahan sembari mencari posisi yang nyaman.
Astaqfirullah…… dengan sigap aku langsung duduk termenung melihat tangan yang tergantung di atas kepalaku. Setelahku selidiki asal-usulnya ,ternyata tangan itu adalah tangan milik kakek sebelah. Setelah beberapa menit merenung,kucoba menutup mata dan kembali tidur,walau masih ada rasa was-was dalam hati.
BRUUKKKK….
Apaan tuh?” gumamku dalam hati. Semua orang terbangun mendengar suara itu.
Masyaallah kakek sebelah lagi dengan mata melolong dan mengelus-elus dada. Ternyata tidak kita sangka,sang kakek telah terjun bebas dari ranjangnya sehingga menimpa sang menantu yang ada disebelahnya.
Ya Allah,kuwe ki mek opo?”. Tanpa disadari sebuah tipas bambu melayang ke muka sang kakek yang tak berdosa. Layangan kipas itu membuktikan betapa kesalnya sang menantu terhadap ulah ayahnya.
Setelah saya analisi dari bukti-bukti dan saksi yang ada. Ternyata kakek tetangga itu punya penyakit darah tinggi dan jablay. Itu tu sang kakek suka kalo liat cewek cantik.
 Disaat aku dan tanteku akan melanjutkan tidur kami.Seettssssss…..seetttttssss……setttsssss……
SEETTTSSSSSSSSSSS……… sahut tanteku karena terlalu kesal dengan ulah sang kakek. Tapi tak disangka,pertandingan ini malah naik ke level yang lebih menegangkan.
He..he…he.. mbak mbak’e mbak mbak’e…. Ocehan sang kakek malah gak karu-karuan. Sungguh kakek yang malang.
Saatku lihat jam menunjukkan pukul setengah 2 pagi. Saatku baringkan tubuhku sambil melihat sinar lampu diatasku. Tiba-tiba korden itu terbuka. Terlihat wajah sang kakek tetangga yang keriput dengan mata melolong. Beberapa detik kedua mata kami saling bertatapan,tak tau apa  yang harus dilakukan. Dengan sigap aku tutup korden itu dengan cepat kilat. Hatiku rasanya campur aduk antara kaget dan was-was. Rasa kantukku terkalahkan dengan rasa was-was yang selalu menghantui. Melihat tingkah laku sang kakek tetangga yang anehnya diluar batas. Tak lama kemudian terlihat tangan kakek ingin mencoba membuka korden dari sebelah kiri. Dengan sigap ku tahan dengan tanganku dan ku pegang erat-erat korden itu.
Ha ha ha anda tak akan bisa kataku senang didalam hati. Tapi kakek itu malah berusaha membuka korden sebelah kanan. Dengan sigap tanganku juga memegang erat-erat korden sebelah kanan. Pada saat itu terjadilah sebuah kompetisi tarik-menarik korden,antara aku dan kakek tetangga.
Aku masih muda dan sehat,sedangkan anda sudah tua dan sakit-sakitan. Pasti aku yang akan menang,semangat kataku sembari menyemangati diri-sendiri. Pertandingan ini berlangsung beberapa menit dan pemenangnya adalah Saya.
Malam itu aku berusaha untuk tidak tidur. Akan tetapi mata ini sudah tak bersahabat lagi. Pagi ini sekitar pukul 5 pagi aku bangun dan hanya tidur selama 2 jam karena insiden semalam. Terlihat kantung mataku sudah menyerupai anak panda yang ada di kebun binatang.
Uahhhhh….. terdengar suara gaduh diluar
Masyaallah kakek itu lagi kali ini ia akan melawan suster rumah sakit
Lho pak mau kemana? bapak tiduran diranjang saja,mari saya antar.
Ku lihat sang menantu masih tertidur tanpa tau kalau ayahnya kabur. Dengan sigap ku bangunkan bapak tersebut.
Pak,bapak,itu pak,kakeknya keluarsambil kuelus-elus lengan sang bapak yang memakai jaket kulit berwarna coklat itu.
Pak,kakeknya keluar pak masih taka ada tanggapan.
Pak,kakeknya keluar bapak itu hanya duduk termenung,tak tau apa yang sedang  dipikirkannya.
Bapak ini gak papa tho? tau ayahnya kabur kok diem ajatanyaku dalam hati. Sekian detik aku tunggu bapak itu bangkit dari duduknya,dan akhirnya bapak itu bangkit juga
Udah aku mau pergi,panggil saja anak-anakmu yang lain,jangan nyusahin aku terus,malu aku disini
Lho mau kemana kamu kalo kamu pergi aku sama siapa
Langsung sang kakek keluar dan masuk ke kamar pasien lain. Ketika sang kakek ngamuk
Heeeyyy..jangan duduk disitu,itu tangan baru dioprasi semalam jerit tanteku yang was-was melihat tangan yang masih bengkak dan  diperban itu diduduki sang kakek. Akhirnya sang kakek dibawa ke kamarnya oleh pihak rumah sakit.
Hari ini aku senang karena akan pulang dan tidak melihat tingkah laku kakek tetangga yang malah gak karu-karuan. Dua hari aku tidak ke Rumah Sakit,di kabarkan sang kakek tetangga sudah pulang. Aku tak tau apakah ia dipulangkan atau pulang sendiri. Didepan beranda rumah aku malah memikirkan nasip sang kakek.
Semoga anda sehat selalu kek

Tidak ada komentar:

Posting Komentar