Senin, 26 Januari 2015

Contoh Cerita Ulang


Hay teman…….
Ini adalah contoh cerita ulang yang ku buat sendiri berdasarkan pengalaman pribadi. Semoga kalian merasa senang atas karyaku :)
Senyuman Terakhir
 Silvia Okta N. S


Mungkin ini pertamakali aku menginjakkan kaki disini,setelah 4 tahun yang lalu. Ya,kota kelahiran nenekku Kediri. Sudah lama aku tak datang berkunjung disini karena aku terlalu sering liburan ke Surabaya dan melupakan kota kecil Kediri yang indah ini. Saat turun dari mobil,kulihat seorang wanita berbaju batik bermotif bunga dan berwarna merah yang menjadi warna kesukaannya. Saatku hampiri dan kucium tangannya,ia hanya dapat tersenyum dan tak dapat berbicara apa-apa. Memang nenekku sudah tak bisa bicara lagi karena penyakit stroke yang dideritanya selama 4 tahun ini.
Hari pertama aku dan keluarga sudah sepakat untuk mengantarkan nenek terapi yang sudah rutin dijalaninya. Kami datang disebuah rumah sakit dan memulai terapi itu. Kulihat nenekku sangat berusaha untuk melakukan gerakan demi gerakan yang diinsruksikan dokter,pandangannya yang serius dan sesekali menengok keluarga dengan senyuman seperti memberitahukan bahwa ia tak apa-apa. Dulu aku hanya bisa melihatnya tidur terbaring diranjang dan tidak bisa melakukan apa-apa. Tetapi sekarang ia sudah bisa berjalan dan bebicara walaupun tak sejelas orang seperti biasa.
Jam menunjukkan pukul 13.00 WIB,dan terapinya juga sudah selesai. Karena semua keluarga berkumpul,kita berniat menghabiskan sehari ini untuk bersenang-senang bersama. Dan juga agar bisa menyenangkan hati nenek ang jarang-jarang berkumpul seperti ini. Kami pergi di sebuah rumah makan yang tak jauh dari rumah sakit.
Setelah perut kenyang dan hari sudah menjelang sore kami pergi ke alun-alu kota Kediri.  Setelah sampai,ternyata toko baju yang berada di dekat alun-alun mengadakan diskon besar-besaran. Sebagai  seorang wanita dan memiliki naluri berbelanja kami langsung ikut serta termasuk nenekku mempilah-pilah baju yang dipajang didepan toko.
Saat hari sudah malam,kami pulang dan membeli beberapa jagung  dengan niat akan bersama-sama membakar jagung. Tapi ternyata saat sampai dirumah,kami tak memiliki arang karena hari juga sudah malam dan toko penjual arang sudah tutup. Jalan alternatifenya kita membakar jagung diatas kompor. Malam itu keluargaku menikmati malam sambil makan jagung yang dibakar di kompor.
Sudah seminggu aku berada disini,sudah seminggu juga aku merawat nenek dan bersenang-senang dengannya. Tak terasa waktuku berlibur disini sudah habis,sudah saatnya aku bersama ibu dan tanteku untuk pulang. Beberapa bulan setelah itu teleponku bordering dan memberikan berita bahwa nenekku sudah tiada. Aku berfikir mungkin ini jalan terbaik yang dipilih tuhan,karena nenek sudah terlalu lama merasakan sakitnya dan ia juga sudah berjuang semampunya. Dulu saat kami berangkat pulang dari Kediri,kulihat nenekku tersenyum dengan menahan air mata,sesekali ia menyekanya dan tetap memberikan senyumannya yang indah itu kepadaku. Jadi,itu adalah wajah terakhir dan senyuman terakhir yang dapat kulihan dari nenekku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar