Hay teman…….
Ini adalah contoh cerita
ulang yang ku buat sendiri berdasarkan pengalaman pribadi. Semoga kalian merasa
senang atas karyaku :)
Senyuman
Terakhir
Silvia Okta N. S
Mungkin ini pertamakali aku menginjakkan kaki
disini,setelah 4 tahun yang lalu. Ya,kota kelahiran nenekku Kediri. Sudah lama
aku tak datang berkunjung disini karena aku terlalu sering liburan ke Surabaya
dan melupakan kota kecil Kediri yang indah ini. Saat turun dari mobil,kulihat
seorang wanita berbaju batik bermotif bunga dan berwarna merah yang menjadi
warna kesukaannya. Saatku hampiri dan kucium tangannya,ia hanya dapat tersenyum
dan tak dapat berbicara apa-apa. Memang nenekku sudah tak bisa bicara lagi
karena penyakit stroke yang
dideritanya selama 4 tahun ini.
Hari pertama aku dan keluarga sudah sepakat untuk
mengantarkan nenek terapi yang sudah rutin dijalaninya. Kami datang disebuah
rumah sakit dan memulai terapi itu. Kulihat nenekku sangat berusaha untuk
melakukan gerakan demi gerakan yang diinsruksikan dokter,pandangannya yang
serius dan sesekali menengok keluarga dengan senyuman seperti memberitahukan
bahwa ia tak apa-apa. Dulu aku hanya bisa melihatnya tidur terbaring diranjang
dan tidak bisa melakukan apa-apa. Tetapi sekarang ia sudah bisa berjalan dan
bebicara walaupun tak sejelas orang seperti biasa.
Jam menunjukkan pukul 13.00 WIB,dan terapinya juga
sudah selesai. Karena semua keluarga berkumpul,kita berniat menghabiskan sehari
ini untuk bersenang-senang bersama. Dan juga agar bisa menyenangkan hati nenek
ang jarang-jarang berkumpul seperti ini. Kami pergi di sebuah rumah makan yang
tak jauh dari rumah sakit.
Setelah perut kenyang dan hari sudah menjelang sore
kami pergi ke alun-alu kota Kediri.
Setelah sampai,ternyata toko baju yang berada di dekat alun-alun
mengadakan diskon besar-besaran. Sebagai
seorang wanita dan memiliki naluri berbelanja kami langsung ikut serta
termasuk nenekku mempilah-pilah baju yang dipajang didepan toko.
Saat hari sudah malam,kami pulang dan membeli beberapa
jagung dengan niat akan bersama-sama
membakar jagung. Tapi ternyata saat sampai dirumah,kami tak memiliki arang
karena hari juga sudah malam dan toko penjual arang sudah tutup. Jalan
alternatifenya kita membakar jagung diatas kompor. Malam itu keluargaku
menikmati malam sambil makan jagung yang dibakar di kompor.
Sudah seminggu aku berada disini,sudah seminggu juga
aku merawat nenek dan bersenang-senang dengannya. Tak terasa waktuku berlibur
disini sudah habis,sudah saatnya aku bersama ibu dan tanteku untuk pulang.
Beberapa bulan setelah itu teleponku bordering dan memberikan berita bahwa
nenekku sudah tiada. Aku berfikir mungkin ini jalan terbaik yang dipilih
tuhan,karena nenek sudah terlalu lama merasakan sakitnya dan ia juga sudah
berjuang semampunya. Dulu saat kami berangkat pulang dari Kediri,kulihat
nenekku tersenyum dengan menahan air mata,sesekali ia menyekanya dan tetap
memberikan senyumannya yang indah itu kepadaku. Jadi,itu adalah wajah terakhir
dan senyuman terakhir yang dapat kulihan dari nenekku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar